Info CSR Kabupaten/Kota

 

Sebaran Kondisi Existing Infrastruktur di Jawa Barat

 

  •  BERITA PERKEMBANGAN  AKTIVITAS CSR DARI BKPP III (CIREBON)

Terbentuknya Forum CSR Ciayumajakuning

Forum CSR Ciayumajakuning diprakarsai oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang mempunyai tujuan menularkan kegiatan CSR kepada seluruh perusahaan yang  tergabung dalam APINDO bersama BKPP Wilayah III Cirebon, 15 Juli 2009 bertempat di kantor PT. Indocement Palimanan Cirebon. Pertemuan ini menghasilkan penandatanganan kesepakatan pentingnya pem-bentukan forum, dan secara aklamasi menunjuk PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sebagai Ketua Umum Forum CSR Ciayumajakuning  selama dua tahun.

Pertemuan ke III, diselenggarakan oleh PT Pelindo II (Persero) Cabang Cirebon, 4 November 2009 bekerjasama dengan BKPP Wilayah III Provinsi Jawa Barat di Gedung Negara Jl. Siliwangi 14 Cirebon.

Pertemuan ini memberikan informasi  bahwa masing-masing perusahaan/BUMN/BUMD sudah melaksanakan program dan kegiatan CSR, tetapi belum tersosialisasi pada masyarakat, dan belum sinergi dengan program pemerintah. Oleh karenanya diperlukan adanya forum CSR yang dapat menjadi wadah pengembangan program CSR yang terkordinir antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat.

Pertemuan forum CSR Ciayumajakuning IV dilaksanakan di PT. Pertamina Revenery UP VI Balongan bertempat di Gedung Patra Ayu Komplek Perumahan Bumi Patra Indramayu, 18 Maret 2010.

Hadir saat itu perusahaan/BUMN/BUMD se-wilayah III, serta perwakilan dari pemerintah kota/kabupaten antara lain dari unsur Bappeda, Disperindag, Dinas KUMKM, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

Pertemuan menghasilkan implementasi program CSR sebagai wujud kepedulian perusahaan/BUMN/BUMD terhadap masyarakat. Terbentuknya Struktur Organisasi Forum CSR Ciayumajakuning yang akan ditindaklanjuti dengan pertemuan tim perumus untuk membahas program kerja tahunan organisasi sekaligus rencana pelantikan pengurus forum.

Kini Forum CSR telah melakukan kegiatan dengan fokus bidang pendidikan, kesehatan dan sosial ekonomi. Kedepan dengan pimpinan Bank Mandiri akan lebih memfokuskan pada bidang sosial ekonomi. “Ke depan kami akan memfokuskan diri pada upaya dibidang sosial ekonomi untuk mendorong pertumbungan dan perkembangan sektor UKMK,” terang Anita Kusumawardani di hadapan paserta lokakarya yang terdiri dari pengusaha lokal dan para pejabat daerah

 

Pertemuan Forum CSR Ciayumajakuning II

Pertemuan Forum CSR Ciayumajakuning II

Pertemuan forum CSR Ciayumajakuning II diselenggarakan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. yang juga mempunyai tujuan menularkan kegiatan  CSR kepada seluruh perusahaan yang  tergabung  dalam APINDO bersama BKPP Wilayah III Cirebon. Pelaksanaan kegiatan tanggal 15 Juli 2009 bertempat di kantor PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Palimanan Cirebon. Pertemuan ini menghasilkan penandatanganan kesepakatan pentingnya pembentukan forum dan secara aklamasi menunjuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. sebagai ketua umum forum CSR Ciayumajakuning  selama periode 2 tahun.

  

Pertemuan Forum CSR Ciayumajakuning III

Pertemuan Forum CSR Ciayumajakuning III

Pertemuan forum CSR Ciayumajakuning III diselenggarakan oleh PT Pelindo II (Persero) Cabang Cirebon pada tanggal 4 November 2009 bekerjasama dengan BKPP Wilayah III Propinsi Jawa Barat bertempat di Gedung Negara BKPP Wilayah III Jl. Siliwangi 14 Cirebon. Pertemuan ini memberikan informasi  bahwa masing-masing perusahaan/BUMN/BUMD sudah melaksanakan program dan kegiatan CSR, tetapi belum tersosialisasi pada masyarakat, dan belum sinergi dengan program pemerintah. Oleh karenanya diperlukan adanya forum CSR yang dapat menjadi wadah pengembangan program CSR yang terkordinir antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat .

 

  • BERITA PERKEMBANGAN  AKTIVITAS CSR DARI KOTA BEKASI 

Sebagai kota satelit penunjang Ibukota Negara RI, kota Bekasi telah menarik minat berbagai pelaku usaha baik swasta (PMA-PMDN) ataupun BUMN untuk menjadikan Bekasi sebagai basis usahanya. Kondisi ini menyebabkan Bekasi bertransformasi menjadi kota industry, jasa dan perdagangan yang semakin hari semakin sibuk.

Keberadaan Korporasi tersebut adalah bagian dari masyarakat dan berada di tengah masyarakat yang selain mencari profit juga diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial dan lingkungan masyarakat.

Saat ini tumbuh paradigma di kalangan para pelaku usaha untuk ikut bertanggung jawab dan berkontribusi terhadap lingkungan social masyarakat sebagai bagian dari operasional perusahaan atau yang dikenal sebagai Community development atau CSR (Corporate Social Responsibility) yang sekaligus menjadi bagian dari Strategi Bisnis guna mencapai sustainability, continuous productivity, dan profitability. Bahkan program CSR saat ini menjadi tuntutan global dengan dimasukkannya program CSR sebagai salah satu criteria pemenuhan ISO 26000.

Beberapa Korporasi telah melaksanakan CSR secara terprogram dan terencana baik, namun ada juga yang melaksanakan secara sporadic sehingga manfaat kepada masyarakatnya tidak berkelanjutan.

Beruntung di Bekasi telah terbentuk lembaga non pemerintah yang berdiri sendiri yaitu Bekasi Social Responsibility (BSR) berdasarkan Peraturan Walikota Bekasi Nomor 26/2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Manajemen Institusi Bekasi Social Responsibility sebagai wadah komunikasi dan interaksi antara Pemerintah, Korporasi, dan Masyarakat di Kota Bekasi yang berfungsi melakukan edukasi, sosialisasi, menaungi, memediasi, mendokumentasi dan mempromosikan serta memfasilitasi para korporasi dalam melaksanakan program CSR. Dengan demikian diharapkan semua korporasi mampu melaksanakan CSR secara efektif dan terintegrasi, dengan sasaran yang tepat dan bermanfaat, sehingga terbangun pencitraan positif terhadap perusahaan di mata konsumen, masyarakat luas, dan pemerintah.

Ketua BSR saat ini dijabat oleh Tokoh masyarakat Bekasi yaitu HAbdul  Manan sedangkan Bpk Arifin Dimyati, SH. (PT. Bakrie Pipe) bertindak sebagai Ketua Harian.

Ruang lingkup tangggung jawab sosial korporasi melalui BSR diarahkan melalui 4 program utama, yakni :

  1. Pembangunan prasarana/sarana dan lingkungan perkotaan (Bekasi Hijau).
  2. Pemberdayaan ekonomi dan ketenagakerjaan (Bekasi Mitra); 
  3. Pengembangan pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan (Bekasi Cerdas, Bekasi ihsan dan Bekasi Sehat) 
  4. Tanggap darurat dan bencana (Bekasi Peduli & Bekasi Tanggap).

Sebagaimana dukungan yang besar dari Walikota Bekasi kepada Blogger Bekasi, nampaknya Bapak Walikota kita juga sangat memperhatikan keberadaan Bekasi Social Responsibility ini. Jika BSR dan Blogger Bekasi bisa bekerjasama maka masing-masing akan mempunyai kekuatan yang jika disinergikan akan memberikan daya dorong bagi pertumbuhan dan perkembangan Kota Bekasi melalui berbagai kegiatan yang bersifat online maupun offline.

Bayangkan jika kita bisa menarik perusahaan besar Global (PMA) macam Unilever, Coca Cola, LG, Samsung dll PMDN macam Sosro, Bakrie, Sucaco, Sampoerna, serta BUMN macam BNI, BRI, BTN, Mandiri, PLN, TELKOM, Pertamina dll yang mempunyai fasilitas pabrik dan beroperasi di Bekasi untuk berkontribusi langsung dalam mengembangkan tanggung jawab social bagi masyarakat Bekasi.
Agar semua program Utama BSR bisa berjalan nampaknya perlu ada pembagian peran di antara korposasi sesuai dengan kompetensi bidang usahanya masing-masing, misalkan :
Bekasi Sehat : Unilever mengadakan program POSYANDU, Coca Cola menyediakan Perbaikan MCK, Aqua mengadakan fasilitas air bersih dll.
Bekasi Cerdas : TELKOM menyelenggarakan Pelatihan Internet, LG dan Samsung menyumbang Komputer, Bakri menyediakan Beasiswa dll
Bekasi Hijau : Sosro mengadakan penanaman sejuta pohon, JABABEKA menyelenggarakan pelatihan pengolahan limbah dan kompos dll.
Bekasi Mitra : Mandiri mengadakan pelatihan usaha, BNI memberikan pinjaman modal kerja, Honda dan Yamaha menyelenggarakan pelatihan perbengkelan dll.

Alangkah indahnya jika para ABG (Akademisi, Bisnis dan Government) di Bekasi bisa bisa bersatu padu membangun Bekasi dan masyarakatnya menuju kondisi yang lebih baik……


  •  BERITA PERKEMBANGAN  AKTIVITAS CSR DARI KAB. BEKASI 

Perkembangan aktivitas CSR di Kabupaten Bekasi diawali dengan adanya Seminar  Penyelenggaraan Pertemuan tentang Konsep dan Implementasi Pengembangan Program CSR  yang diselenggaran  pada hari/tanggal:  Senin,  15 November 2010 Bertempat  di Hotel Sahid Jaya Cikarang Bekasi, dengan uarian hasil seminar sebagai berikut:

I.    Pendahuluan 

Penyelenggaraan pertemuan ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi mengenai Program CSR dan pembahasan mengenai konsep dan implementasi pengembangan Program CSR perusahaan.
Adapun tujuannya adalah agar program pembangunan CSR di Kabupaten Bekasi dapat berkembang dan terintegrasi dengan program pemerintah daerah sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya khususnya bagi lingkungan sekitar dan umumnya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi.

Materi pertemuan meliputi pemaparan dari para nara sumber dan dilanjutkan dengan diskusi. Materi yang disampaikan adalah :
1. Pemaparan dari Bapak Drs. H. Solihin Sari, MSi. Adviser LPPM Jababeka Kabupaten Bekasi dengan topik "Implementasi Pelaksanaan Program CSR Kabupaten Bekasi : Masalah Dan Solusi".
2. Pemaparan dari Bapak Drs. Idam Rahmat, MSi., Kepala Bidang Pendanaan Pembangunan Provinsi Jawa Barat dengan topik "Kebijakan Umum Program CSR Pemerintah Provinsi Jawa Barat".
3. Pemaparan dari Bapak Jainul A. Dalimunthe Ketua III CFCD Chapter Jawa Barat dengan topik "Konsep Dan Implementasi Pengembangan Program CSR Kabupaten Bekasi".

II. Hasil Pertemuan 

Pada dasarnya beberapa perusahaan di wilayah Kabupaten Bekasi sudah melaksanakan Program CSR ini. Namun demikian dikarenakan dalam pelaksanaannya dilakukan secara sendiri-sendiri tanpa melibatkan Pemerintah Daerah, sehingga perkembangan pelaksanaan program CSR ini tidak dapat diketahui. Perkembangan program CSR ini menjadi penting terutama dengan keberadaan kawasan-kawasan industri di Kabupaten Bekasi dan keterbatasan anggaran Pemerintah daerah. 

Beberapa hal yang dikemukakan oleh narasumber dalam pelaksanaan Program CSR ini antara lain : 

1. Perusahaan / kawasan industry selayaknya mendapatkan reward dari Pemerintah Daerah atas peran-peran kongkritnya terhadap masyarakat dalam hal penyediaan infrastruktur. 

2.  Peran Pemerintah Daerah belum jelas dalam hal pengelolaan Program CSR. 

3. Sebagian pengusaha merasa keberatan dengan keberadaan CSR, dikarenakan sebagai entitas bisnis perusahaan sebenarnya telah dibebani berbagai kewajiban oleh Negara berupa pajak atau restribusi dan pungutan lainnya oleh pemerintah daerah. Belum lagi pengusaha telah melakukan pembangunan infrastruktur bagi kelancaran usahanya. 

4. Dalam mengimplementasikan CSR perusahaan dihadapkan pada kenyataan di lapangan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang berbeda tentang CSR itu sendiri. Tidak sedikit pandangan yang ada di tengah-tengah masyarakat berbeda antara kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya, terkesan bahwa CSR itu menjadi lahan “mencari uang”. Hal ini berdampak pada program pemberdayaan CSR yang tidak berjalan secara optimal.

5. Polemik berkenaan dengan regulasi tentang pelaksanaan program CSR ini, apakah program CSR ini bersifat sukarela ataukah kewajiban.

6. Belum adanya kepercayaan (trust) terhadap pemerintah, sehingga hal ini sedikit banyak mempengaruhi implementasi Program CSR.

7. Sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap pelaksanaan CSR, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama-sama dengan Pemerintah Kab./Kota akan selalu mendorong dan memfasilitiasi terlaksananya program CSR baik di tingkat provinsi maupun Kab./Kota.

III.    Rekomendasi dan Tindak Lanjut
Dalam upaya pengembangan CSR di Kabupaten Bekasi perlu adanya kebijakan secara khsusus berupa dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan CSR perusahaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Program CSR ini adalah :

  • Penyusunan mekanisme pengaturan pelaksanaan Program CSR yang disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku (UU,Permen,Pergub/Kepgub).
  • Perlunya sosialisasi terhadap apararat di lingkungan pemerintah daerah baik tingkat kabupaten maupun kecamatan untuk dapat mendukung pelaksanaan program CSR terutama terhadap dukungan data-data dan program-program yang dapat ditawarkan kepada pihak swasta.
  • Memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui sosialisasi terhadap perangkat desa dan masyarakat terkait keluhan yang dirasakan swasta yang merasa “tertanggu” dengan banyaknya permohonan-permohonan dari unsur-unsur yang ada di masyarakat sehingga sedikit banyak mengganggu aktifitas perusahaan.
  • Keterlibatan pemerintah daerah yang lebih intens dalam kegiatan-kegiatan CSR yang dilaksanakan perusahaan sebagai bentuk reward pemerintah daerah terhadap perusahaan.
  • Melakukan pendekatan-pendekatan secara informal dengan perusahaan-perusahaan untuk dapat menarik hati para pengusaha untuk ikut mengembangkan pembangunan di Kabupaten Bekasi, khususnya melalui Program CSR. 


IV. Penutup

Demikian secara umum hasil penyelenggaraan pertemuan ini, tentunya harus ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan lanjutan untuk lebih mematangkan konsep yang akan dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bekasi.


Sumber: bidang ekonomi dan pendanaan pembangunan Bappeda Kabuapaten Bekasi. 

 

  • BERITA PERKEMBANGAN  AKTIVITAS CSR DARI KAB. SUBANG 

 

1.  Berdasar pada Infromasi yang diperoleh dari Bappeda Kabupaten Subang terdapat . wilayah yang telah melaksanakan Program CSR atau Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dengan menamakan dirinya sebagai Kampung BNI berlokasi pada Desa Cirangkrong Kecamatan Cijambe, usaha yang dilakukan dalam bidang  peternakan dan pertanian dengan  permodalan yang pembiayanya bekerjsama dengan  Bank  BNI Kab. Subang.Pada kegiatan tersebut untuk perencanaan program peternakan dan pertanian dilakukan oleh para fungional perencana dengan masyrakat dan dunia usaha.

2.   Setelah dilakukan survey langusng ke Desa Mandiri/Kampung BNI didapat informasi dan data sebagai berikut :

A.Luas wilayah menurut penggunaan lahan sebagai berikut :

a.    Luas Permukiman  315 Ha

b.    Luas Persawahan  118 Ha

c.    Luas Perkebunan   841 Ha

d.    Luas Perkantoran    3 Ha

B.     Awal berdirinya Desa Mandiri/Kampung BNI tahun 2005 yang di inisiasi oleh fungsional perencana dengan masyarakat Desa Cirangkrong  dengan konsentrasi pada bidang peternakan berupa sapi perah dan sapi potong sejumlah 500 ekor , dan selain peternanakn Kampung BNI juga memiliki komoditas hasil tanaman pangan berupa jagung dengan luas 2,5 ha jumlah produksi sebesar  2,5 ton/ha,kacang tanah  luas 5 ha degnan jumlah produksi 1 ton/ha, kacang panjang  luas 1 ha dengan jumlah produksi 1 ton/ha, mentimun luas 1 Ha  dengan produksi 1,2 ton/ha, ubi kayu/singkong luas 250 ha dengan jumlah produksi 15 ton/ha dan padi swah luas 100 ha dengan junlah produksi 2,5 ton/ha, selain tanaman pangan Kampung BNI juga meimiliki potensi hasil tanaman buah-buahan berupa jeruk luas 2 ha dengan jumlah produksi 2 ton/ha,alpokat luas 2 ha jumlah produksi 80 ton/ha,mangga luas 5 ha dengan jumlah produksi 12 ton/ha, rambutan luas 30ha dengan jumlah produksi 80 ton/ha, manggis  luas 1 ha dengan jumlah produksi 10 ton/ha dan salak luas 2 ha dengan jumlah produksi 1,5 ton/ha.

C.   Dengan banyaknya komoditas potensi di wilayahnyan maka masyarakat  Desa Cirangkrong Kecamatan Cijambe dalam mengembangkan dan melaksanakan usahanya baik pada bidang peternakan maupun pertanian  permodalannya dibantu oleh perusahaan BUMN yaitu Bank BNI Kab. Subang.

3.    Dengan melihat kondisi potensi dan perkembangan usaha dalam bidang peternakan maupun pertanian yang di inisiasi oleh fungsional perencana Bapeda Kab. Subang dengan masyarakat Desa Mandiri/Kampung BNI tersebut hendaknya hal ini dipertahankan dan dikembangkan terus guna meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas khususnya masyarakat Desa Cirangkrong Kecamatan Cijambe dan umumnya masyarakat desa lainnya di kabupaten subang dan sekaligus mendukung terlaksananya Program Kemitraan Bina Lingkungan  secara optimal di Kabupaten Subang melalui kerjasama dengan para dunia usaha (BUMN/Non BUMN),Pemda Kab. Subang dan Kelompok Masyarakat.



ALAMAT

Jalan Sarasa No. 9
Kelurahan Babakan
Kec. Cibeureum
Kota Sukabumi

KONTAK

Tim Fasilitasi CSR Kota Sukabumi
Bp Yudi Sutriana
Bp. Yanto
(0266) 221616