Info CSR Kabupaten/Kota

GATHERING CSR CIAYUMAJAKUNING PUBLISHER DIHADIRI PARA PAKAR INTERNET MARKETING

( Cirebon, 18 Desember 2013)

Puluhan pakar internet dari berbagai daerah seperti Bandung, Semarang, Tasikmalaya, Padang, Jakarta dan dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) menghadiri acara tahunan Gathering Ciayumajakuning Publisher di Aston Hotel Cirebon pada Minggu (08/12/2013).

Untuk bisa mengikuti acara tersebut, para peserta harus mengikuti Lomba Blog dengan menulis artikel tentang Aston Cirebon dengan keyword " Aston Hotel Terbaik di Cirebon" dan tidak dipungut biaya.

Pantauan About Cirebon di lokasi, para peserta tampak antusias mendengarkan pemaparan dari pakar internet baik di bidang SEO, Facebook, toko online dan sebagainya. Beberapa pakar yang berbagi kesuksesan di dunia internet marketing adalah Bramantya Farid, Kang Juhadi, Rijal Bigjoy, Tantan Hilayana, Ilham Taufiq, Bang Zenk, Pedurungan Satgas, SEO yunus, Nur Wachid, Argun Dewa SEO, Anjar Widagdo, Cesar Rohedi, Taryono Putranto dan lain-lain.

Menurut Ketua Panitia Gatheting, Sigit mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan sharing ilmu dan ajang silaturahmi yang kedua kalinya. Tahun sebelumnya diselenggarakan di Objek Wisata Sidomba Kuningan

FORUM CSR KAB SUKABUMI DENGAN MENTRANYA DALAM BEDAH RUMAH MASYARAKAT
(Sukabumi, 4 April 2013)

Sebanyak 250 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Sukabumi mendapat bantuan program bedah kampung, dimana sebanyak 50 rumah lainnya dibantu dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pemkab dan para pelaku dunia usaha di Kabupaten Sukabumi.


Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial, Salim Segaf Al-Jufri, saat meninjau program bedah kampung di Kadusunan Ciangrek, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

"Kemensos memberikan bantuan senilai Rp 2.9 Miliar. Dua Miliar untuk membedah 200 rumah tidak layak huni, dan Rp 800 juta diberikan untuk Kelompok Usaha Bersama (Kube) dengan masing-masing kelompok mendapat Rp 20 juta dan masing-masing Rp 50 juta untuk dua sarana lingkungan," kata Salim.

Tahun ini Kementerian Sosial telah melakukan bedah kampung di 24 Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia. Sebagian rumah warga sudah direhab termasuk termasuk di beberapa wilayah Provinsi Jawa Barat seperti Lembang, Bekasi, Bogor, dan Sukabumi.

Setiap daerah jumlah rumah yang dibedah bervariasi mulai dari 100 sampai dengan 350 rumah. Saat ini terdapat 2.3 juta warga miskin yang hidup di rumah tidak layak huni. Dari jumlah tersebut mayoritas berada di wilayah Jawa Barat.

Salim mengatakan, rumah merupakan salah satu dari 14 parameter kemiskinan. Setiap tahun Kemensos memiliki anggaran untuk membedah sekitar 15 RTLH di 33 provinsi, sehingga butuh waktu lama untuk menyelesaikan bedah 2.3 juta RTLH.

"Melalui bedah kampung bila dirata-ratakan per kota/kabupaten, setiap tahunnya dibedah 250 rumah. Maka selama tahun 2012 kemarin di 24 kota dan kabupaten telah dibedah 6000 rumah tidak layak huni," katanya.

Pada tahun 2015, MDGs ditargetkan bisa mempercepat kementasan kemiskinan di seluruh Indonesia. Selain bedah rumah, Kemensos juga memperkuat ketahanan sosial melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBe).

Salim berharap agar kedepannya bisa segera terwujud daerah-daerah sejahtera, dimana daerah tersebut menunjukan keserasian sosial antar warga dan saling tolong menolong.

Bupati Sukabumi, Sukmawijaya mengapresiasi bantuan rehab kampung dari Kemensos. Pemkab Sukabumi dan beberap perusahaan juga terlibat dalam merehab 50 RTLH lainnya, dengan menggunakan anggaran CSR.

Selain rumah, Pemkab Sukabumi juga saat ini telah membantu rehab pembangunan tiga ruang Madrasah Diniyah dengan anggaran sebesar Rp 90 juta.

"Saya berharap dengan bantuan ini bisa membantu meningkatkan pendidikan agama dan pendidikan umum”

PEMKOT BEKASI TERIMA BANTUAN CSR DARI SUMMARECON


Pemerintah Kota Bekasi menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggungjawab sosial perusahaan dari pihak PT.Summarecon Agung, Tbk.

Bertempat di SDN Pekayon 6, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, penandatanganan berita acara serah terima bantuan dilakukan langsung oleh Walikota Bekasi Dr.H.Rahmat Effendi dan Manager Infrastruktur PT.Summarecon Agung, Tbk Indra Dwi Wangsa mewakili Direktur PT.Summarecon Agung, Tbk Adrianto P.Adhi.

Bantuan yang diserahkan berupa 250 buah meja dan 500 buah kursi kepada 11 sekolah dasar yang ada di Kota Bekasi yaitu SDN Jatibening Baru V, SDN Jatimakmur I, SDN Jatimakmur III, SDN Pekayon Jaya VI, SDN Perwira VI, SDN Harapan Jaya V, SDN Jatiwaringin IV, SDN Jatiwaringin XII, SDN Jatibening V, SDN Jatibening Baru III dan SDN Jatibening Baru VI.

Dalam sambutannya, Walikota Bekasi mengatakan bantuan CSR seperti ini yang dilakukan oleh Summarecon sangat membantu masyarakat terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan olahraga. Bantuan ini langsung menyentuh ke masyarakat, jadi tidak akan sia-sia karena langsung dirasakan.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bila bicara pendidikan, tanggungjawabnya tidak hanya pemerintah saja tapi juga partisipasi perusahaan dan masyarakat. Sekarang ini di Kota Bekasi wajib belajar 12 tahun bahkan kemarin sudah ditetapkan PPDB online 100 persen yang walaupun tekanannya luar biasa tapi itulah proses membangun dinamika negara.

“Esensinya ialah Pemerintah Kota Bekasi tidak ada lagi mendikotomi sekolah negeri dan swasta”, katanya.

Saya ucapkan terima kasih kepada pihak Summarecon, semoga bantuan ini bermanfaat bagi sekolah-sekolah yang ada di Kota Bekasi.

Sementara itu, Indra Dwi Wangsa juga mengucapkan terima kasih karena bisa turut berpartisipasi memajukan dunia pendidikan di Kota Bekasi, dan berharap kontribusi ini bisa bermanfaat bagi para pelajar.

CSR DI KABUPATEN BEKASI AKAN DIKELOLA PEMDA

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bekasi, MA Supratman mengatakan, program pembangunan masyarakat Bekasi yang di jembatani oleh Bappeda melalui dana CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan, pelaksanaannya masih dilakukan sendiri tanpa melibatkan daerah.

Sebagaimana UU No 40 tahun 2007 soal tanggung jawab sosial melalui CSR merupakan respon sosial terhadap masyarakat. Program CSR yang digagas oleh pemerintah daerah, masih kurang mendapatkan respon dari perusahaan besar yang melakukan usaha produksinya di Kabupaten Bekasi.

“Jadi perkembangan dalam program CSR tidak dapat diketahui langsung oleh kita selama ini. Program CSR untuk pemberdayaan masyarakat Bekasi belum maksimal terlaksana," paparnya.

Selama ini program CSR perusahaan hanya dijadikan promosi saja, namun ada juga hanya dilakukan dilingkungan perusahaan seperti pemberian bantuan kepada karyawan setempat.

"Kita berharap hal seperti itu tidak terjadi lagi di kemudian hari, kami berharap keperdulian perusahaan yang membuka usaha disini, melihat kondisi masyarakat maupun lingkungannya," singkatnya.

ALAMAT

Jalan Sarasa No. 9
Kelurahan Babakan
Kec. Cibeureum
Kota Sukabumi

KONTAK

Tim Fasilitasi CSR Kota Sukabumi
Bp Yudi Sutriana
Bp. Yanto
(0266) 221616